Showing posts with label Fahmi Basya. Show all posts
Showing posts with label Fahmi Basya. Show all posts

Friday, April 9, 2010

Lagi semangat nulis in English lagie....

Alhamdulillah, kok sepertinya dimudahkan ya. Tiba2 ketemu caranya memublikasikan Flying Book ustadz Fahmi Basya dengan bahasa Inggris. Memang sudah sedari lama diriku pingin bisa melakukannya. Ternyata tools nya seolah dibabarkan oleh Alloh ta'ala dalam sekejap.

1. Content
Tentu saja database Flying Book yang berupa power point.

2. Corel Draw X3
Untuk mengatur image supaya bisa diekspor dalam bentuk .png dan masuk Blog (ayat-ayat quran)

Ini dia Al Quran terjemah plus tafsir jalalain dalam pelbagai bahasa dunia (utamanya bahasa Inggris) sangat membantu memadukan tafsir ustadz fahmi dengan teks berbahasa Inggris. Allohuakbar...semoga rahmat Nya selalu tercurah pada pembuat web tersebut.

4. Google Translate
Semoga jika ayat-ayat ini dibaca dan menjadikan hidayah bagi manusia berbahasa Inggris di seberang benua sana, karyawan Google dapat berkah dan pahalanya (smoga hidayah Islam sampai pada hati mereka. Ameeen. Beneran, GT berguna banget untuk mentransliterasi bahasa presentasi yang singkat-singkat, ya minimal aku jadi punya inspirasi untuk menambal sulam kekacauan translate hehe....

5. Blog para Blogger Indonesia atas petunjuk2nya....hatur nuhun para Suhu blogger (Juga atas Backlink nya) Mercy Beaucoup.

Sunday, April 4, 2010

Sunrise di atas Bukit Stumbu

Hari sabtu, 3 April 2010,  sebelum azan Subuh berkumandang.
Acara ini adalah rangkaian ekspedisi Indonesia Negeri Saba', bersama Ustadz Fahmi Basya Hamdi. Tepatnya hari terakhir ekspedisi. Peserta angkatan VII ini cukup banyak, selain dari BTN jakarta, SII Bekasi, Purwokerto juga tentu saja jamaah dari Yogya sendiri. Sebenarnya ini ekspedisi ke dua ku ke tempat ini. Tak mengapa, bertemu dengan jamaah lain dengan pertanyaan lain, suasana beda pasti menarik.

Rombongan angkatan VII berangkat dari hotel sekitar jam 03.30 dinihari menuju desa Lereng Stumbu. Sampai di tempat itu, kami sejenak beristirahat sembari menunggu Azan Subuh berkumandang. Dan Azan khas muazin masjid jami' Stumbu itu mengisi kembali ruang dengarku. Kangen rasanya mengingat angkatan IV dulu. 

Kami semua kemudian solat berjamaah dipimpin ustadz Fahmi Basya. Lalu setelah semua selesai, kami semua berbanjar memanjang bersiap menaiki Stumbu. Senter-senter mulai dinyalakan lalu doa dan wirid dilantunkan. Jamaah SII Bekasi yang dipimpin ustadz Marhaemi melantunkan asmaaul husna versi Al Quran. 

Perjalanan cukup membuat beberapa jamaah terengah-engah, tinggi juga bukit stumbu itu. Tetapi demi ekspedisi dan membuktikan kebenaran ayat-ayat Alloh, kami semua berikhtiar sekuat tenaga untuk terus mendaki. Rabbul 'Arsyil Adzhiim, Rabbul 'Arsyil Kariim....kutembangkan Asmaaul Husna.

Alhamdulillah kami sampai juga, matahari mulai menampakkan kegegahan sinarnya. Semburat orange dan jingga merayap dari ufuk timur.

Beginilah pemandangan indah itu, angle tercantik dari Bukit Semut (Wadinnamli) dimana terletak candi Borobudur atau Arsy ratu Saba'. Kabut dan embun pagi seolah gumpalan awan yang menyelimuti sebuah bangunan luar biasa di depan kami itu. Konon sebelum jamaah SSQ DLA sampai di tempat itu, bukit ini ditemukan oleh seorang fotografer Korea yang mengikuti lomba foto Borobudur. Sunggu cantik pemandangan di sini.

Setelah semua puas memandangi kanvas lukisan Alloh di depan ini, ustadz mulai menyampaikan tausiyah nya. Berawal dari kedatangan tentara Sulaiman di wadin Namli tersebut. Lalu Semut-semut yang berada di sekitar jalan yang akan dilalui Sulaiman dan bala tentaranya  berkata pada kawanan semut yang lain: 

HIngga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; (QS An Naml: 18)

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan  semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." 

Menurut ustadz Fahmi, Sulaiman adalah orang Jawa.           Dan bahwa sebenarnya "CANDI BOROBUDUR" adalah bangunan yang dibangun oleh "TENTARA NABI SULAIMAN" termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur'an sebagai "ARSY RATU SABA", sejatinya PRINCESS OF SABA atau "RATU BALQIS" adalah "RATU BOKO" yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa,


Sementara patung-patung (Tamaatsil) di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).


Masih menurut ustadz The Last Kalampayan ini,  "SUKU JAWA" disebut juga sebagai "BANI LUKMAN" karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur'an. Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU (Sukarno, Suharto, Susilo) dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah.


Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur'an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu)dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah "SYAILENDRA" ( berasal dari kata SAILA = RAJA DAN INDRA = GUNUNG). 

Subhanallah, kami semua terkesima oleh kisah tersebut, lepas dari benar atau salahnya. Semakin menggebu jiwa ini untuk segera berbuat untuk Islam, karena berdasar satu penelitian ini, semakin menguatkan bahwa Islam akan bengkit dari Indonesia, negeri yang merupakan miniatur Arsy, didoakan oleh Ibrahim, didirikan oleh Daud yang perkasa dan diwarisi oleh Sulaiman yang powerfull namun santun.

Tuesday, March 23, 2010

Ngapain di Jawa Timur?

Melanjutkan posting sebelumnya tentang Jawa Timur.
Di wisma Universitas Surabaya tu kan Trainig sekaligus kajian "Negeri Nuh" versi ustadz Fahmi Basya. Sebenernya aku mau minta maaf, karena ikut kajian ini nggak dari hati gitu. Tapi karena diajak Hendrata dan semua ongkos dia yang tanggung. Okelah kalo begitu.

Isi kajiannya sih oke...kalau dilihat dari sisi al Quran- nya. Gimana enggak, wong ini termasuk invention kalau aku bilang. Jadi ustadz Fahmi itu mencoba menafsirkan kata di al Quran dengan kata di ayat lain yang serupa. Misal: kata "Arsy" yang selama ini di terjemahan Depag RI berarti "Singgasana" direvisi oleh beliau menjadi " Bangunan". Transliterasi ini berdasarkan kata serupa di ayat lain. Masih bingung? Download saja Flying book nya dan baca sendiri hehe....dijamin kerut2 deh itu kepala.

Tapi dari sisi "fenomena baru" yang ditemukan oleh ustadz aku belum bisa " Sreg" gitu. Nah ustadz berkata bahwa Trawas adalah negeri Nabi Nuh yang tenggelam itu, sedangkan bukit Judi di Yaman adalah bumi kembaran dari gunung Ararat tempat asal kapal nabi Nuh itu mulai dilamun air dari "Tannur". Dan tahukah apa yang dimaksud Tannur itu? Itu adalah air yang keluar dari dalam bumi, dimana tempatnya? Bromo!! Betapa tidak memoriku dari SD sampai Kuliah dijungkirbalikkan sambil salto-salto nggak karuan.

Bukankah dari kecil, yang dinamakan nabi-nabi Alloh itu senantiasa di Timur Tengah?? Bukankah acara ekspedisi JEJAK Rasul di TPI yang diputar setiap Ramadhan itu menunjukkan bahwa makam para nabi itu di Timur Tengah?!! Lha ini berubah 4827382738 derajat Fahrenheit. Nuh itu di Mojokerto, Sulaiman itu di Sleman dan Nabi Musa pernah sampai di Laut Banda! Songhhnnglherrrr!

But Anyway, materi ini tetap menarik karena memberi wawasan baru pada khasanah ilmu di masa depan. Ustadz Fahmi juga bilang: " Penemuan ini mungkin akan butuh waktu sangat lama...mungkin tiga generasi lagi."

Nah kembali ke Training, di sana aku lebih banyak makaaaan. Sedap-sedap Bro! Pecel Madiun, Ayam Krispy dan Snack mewah2. Belum lagi suasana yang mirip di Kaliurang plus ada elang hitam terbang sejajar dengan villa kami, bener-bener nggak akan kelupa! Lalu isi trainingnya gimana? Ya itu tadi, bikin memoriku salto dan loncat indah. Tapi, dengan suasana Al Quran dan Asmaa'ul Husana semua jadi terasa indah. Hidup Al Quran!

Unik lagi peserta dari Bekasi dan Jakarta, logat2 mereka yang betawi berpadu dengan logatku dan Hendrata yang Jawa. Hehe, Bhinneka Tunggal Ika Sodara.... Trus kita sholat di alam terbuka. Asyiiik banget...sejuk.